Cari Berita

Pengumuman

Kegiatan

Testimoni

  • Gregorius Tsiompah

    Gregorius Tsiompah



    Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, itulah yang menjadi motivasi pada saat saya

  • Syahrudin

    Syahrudin



    UNRIYO khususnya Prodi Teknik Informatika telah mengubah hidup saya....Pada awalnya saya adalah

  • Alfons Hilarius Magang

    Alfons Hilarius Magang



    Ilmu yang saya dapat di S1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO serta pengalaman dalam beorganisasi, dan

UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA MENJADI TUAN RUMAH UJI KOMPETENSI KEBIDANAN

UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA MENJADI TUAN RUMAH UJI KOMPETENSI KEBIDANAN

Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) ditunjuk menjadi tempat pelaksanaan uji kompetensi bagi para lulusan mahasiswa kebidanan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada tahap pertama ini uji kompetensi diikuti oleh 150 peserta dengan mengambil tempat di Kampus II UNRIYO, Sabtu (18/07/2020). Pelaksanaan uji kompetensi ini ditinjau langsung oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. didampingi oleh Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., Kepala Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Taufiqurrahman, S.E., meninjau langsung pelaksanaan Uji Kompetensi program DIII Kebidanan di Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO). Dalam kesempatan ini rombongan diterima oleh Dekan Fakultas Kesehatan Unriyo, Wahyu Rochdiat M, S.Kep., M.Kep., Ns., Sp.Kep.J. dan Penanggung Jawab Lokasi, Afroh Fauziah, S.ST., M.Kes.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan Peninjauan berkaitan dengan prosedur pelaksanaan Uji Kompetensi di UNRIYO apakah telah memenuhi standar protokol kesehatan covid-19 yang ditetapkan oleh Komite Nasional Uji Kompetensi atau belum.  Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Wahyu Rochdiat M, S.Kep., M.Kep., Ns., Sp.Kep.J menjelaskan bahwa pelaksanaan uji kompetensi di Universitas Respati Yogyakarta telah melakukan berbagai upaya untuk nmemenuhi syarat yang ditetapkan oleh Komite Nasional Uji Kompetensi maupun syarat protokol kesehatan Covid-19 dari Kemenkes. Beberapa upaya yang telah dilakukan institusi diantaranya, pemeriksaan awal peserta pada pintu masuk kampus dengan menggunakan  thermo gun. Sampai ditempat parkir, peserta diarahkan menuju ke wastafel yang telah disediakan, peserta wajib melakukan cuci tangan dengan benar, disamping wastafel telah dipasang poster cara mencuci tangan dengan benar. Selanjutnya peserta memasuki tempat ujian juga diperiksa lagi dengan thermo gun. Sebelum peserta memasuki ruang ujian, peserta disediakan ruang tunggu yang cukup besar sebagai penitipan tas, sehingga masih bisa menjaga jarak. Setelah jadwal ujian akan dimulai, peserta diperiksa satu-satu identitasnya dan diperiksa dengan metal detector. Afroh Fauziah juga menambahkan bahwa peserta juga diberikan masker bedah dan sarung tangan. Masker bedah akan diberikan lagi setelah dipakai selama 4 jam. Setelah peserta selesai mengikuti uji kompetensi, mereka akan dikarantina selama kurang lebih 1 jam pada ruang yang berbeda dari ruang penitipan tas. Dan semua ruangan yang dipakai akan disterilisasi secara menyeluruh. Untuk ruangan ujian  sudah disesuaikan kapasitasnya sehingga bisa memenuhi aturan social distancing.

Prof Dr Aris Junaidi mengatakan uji kompetensi ini penting bagi para mahasiswa lulusan kebidanan dalam menghadapi dunia kerja nantinya. Pasalnya setelah lulus uji kompetensi ini peserta akan mendapatkan Surat Tanda Register (STR) sebagai legalitas untuk bisa melakukan layanan dalam bidang kesehatan. Beliau juga menyampaikan pada tahun ini pula pertama kali dilaksanakan uji kompetensi secara Computer Based Test (CBT). Dengan uji kompetensi berbasis komputer diharapkan nantinya akan menghasilkan Bidan maupun tenaga kesehatan unggul yang mampu memberikan pelayanan yang handal.“Harapannya para mahasiswa siap betul, sehingga prosentase kelulusan tinggi dan dapat segera menerima STR. Setelah itu dapat segera malakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UNRIYO, Wahyu Rochdiat M, S.Kep., M.Kep., Ns., Sp.Kep.J mengatakan uji kompetensi ini dibagi dalam tiga tahap. Pertama atau pada hari ini bagi mahasiswa lulusan D-3 Kebidanan dan D-4 Pendidikan Profesi Bidan, kedua pada tanggal 25 dan 27 Juli untuk Profesi Ners, serta tanggal 8 dan 10 Agustus bagi D-3 tenaga kesehatan seperti D-3 Perawat, D-3 Sanitasi, D-3 Fisioterapi maupun lainnya. Beliau juga menerangkan dalam tiap pelaksanaannya, uji kompetensi akan terbagi dalam beberapa sesi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya banyak peserta dalam satu kelas. Physical distancing dilakukan dalam kelas dengan penempatan kursi yang ditata berjarak satu meter. Para peserta juga harus melewati dua kali scanning suhu badan yakni saat menuju gedung kampus dan ketika hendak masuk ruang Ujian. “Kami merasa bangga UNRIYO dipercaya menjadi tempat dilaksanakan uji kompetensi untuk wilayah DIY. Persiapan telah kami lakukan mulai dari jaringan internet yang memadai, penyiapan ruang terstandar maupun penerapan protokol dengan fasilitas tersebut kita juga bisa melatih para mahasiswa untuk menyiapkan UKOM, terbukti denga persentase lulusan kita yang mencapai di atas 90%” tegasnya.



Berita Terkait

Universitas Respati Yogyakarta bekerjasama dengan PT. Phintraco Securities

Introduction Neuromuscular Taping Concept

"Muscle Energy Teachnique on Cronic Low Back Pain Consequence Zygapoph

Workshop Character Building SMA 3 Ponorogo Oleh Prodi HI

1st International Respati Health Conference Universitas Respati Yogyakarta

Kirim Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
4uxzVj


Halaman Lain